Wednesday, 3 August 2011

Al- Quran and Hadiths on Ramadhan


Diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah radhiAllahu 'anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu 'alaihi wasallam bersabda:  "Barangsiapa yang beribadah pada malam al-Qadr kerana iman dan mengharapkan keridhaan ALLAH, diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu."

Beribadah dan Berdoa Pada Lailatul-Qadr
Diriwayatkan dari Aisyah radhiAllahu 'anha oleh Ahmad, Ibnu Majah dan juga Turmudzi yang menyatakan sahnya, katanya:  "Saya bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana pendapat anda seandainya saya tahu malamjatuhnya Lailatul-Qadr itu, apakah yang harus saya ucapkan ketika itu?"  Maka ujar Nabi sallAllahu 'alaihi wasallam:  "Katakanlah:
"Ya ALLAH, sesungguhnya ENGKAU maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah daku ini."

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Tiga bentuk doa yang dimustajabkan Allah: doa ibu bapa terhadap anak; doa orang yang berpuasa; dan doa orang bermusafir.” (Riwayat al-Baihaqi)

The Messenger of Allah, sala Allahu alahi wa sallam, said: "Whoever observes night prayer in Ramadan as an expression of his faith and to seek reward from Allah, his previous sins will be blotted out." (Muslim) 

The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said:“Whoever gives iftaar to one who is fasting will have a reward like his, without that detracting from the fasting person’s reward in the slightest.[Narrated by al-Tirmidhi, 807; Ibn Maajah, 1746; classed as saheeh by al-Albaani in Saheeh al-Tirmidhi, 647.]

Have suhoor, for in suhoor there is blessing.” - Prophet Mohammed (saw)

The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) was the most generous of people, and he was at his most generous during Ramadaan when Jibreel met him. He would meet him each night and revise the Qur’aan with him. The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) was more generous than the blowing wind.
Narrated by al-Bukhaari, 6; Muslim, 2308.


تحرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاْخِرِ مِنْ رَمَضَاْنَ
"Carilah lailatul-Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan"
(Riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Saidatina Aisyah R.A)
-------------------------------------------------------------------------

Quran:

نَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ 3 فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ 4
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran itu pada malam yang berkat; (Kami berbuat demikian) kerana sesungguhnya Kami sentiasa memberi peringatan dan amaran (jangan hamba-hamba Kami ditimpa azab). [3] (Kami menurunkan Al-Quran pada malam yang tersebut, kerana) pada malam yang berkat itu, dijelaskan (kepada malaikat) tiap-tiap perkara yang mengandungi hikmat serta tetap berlaku, (tidak berubah atau bertukar). [4]
(Surah Ad-Dukhan 44: Ayat 3-4)


Islamic Research Foundation / Dr.Zakir Naik / IRF
Eat and drink, but waste not by extravagance [al-A'raaf 7:31]

“ O you who believe! Observing As-Sawm (the fasting) is prescribed for you as it was prescribed for those before you, that you may become Al-Muttaqoon (pious)”
[al-Baqarah 2:183]


and whoever is ill or on a journey, the same number [of days which one did not observe Sawm (fasts) must be made up] from other days
[Quran 2:185]

كَاْنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرَ الأَوَاْخِرَ مِنْ رَمَضَاْنَ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Rasulullah s.a.w. apabila masuk sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, Baginda bangun menghidupkan malamnya (dengan ibadah lebih dari biasa), membangunkan ahli-ahli keluarga Baginda (untuk sama mengerjakan ibadah seperti Baginda), Baginda bersungguh-bersungguh (mengerjakan ibadah) dan Baginda mengikat kainnya (*kiasan kepada kesungguhan untuk beribadah atau kiasan kepada meninggalkan isteri untuk menumpukan kepada ibadah)
[Riwayat Imam Bukhari dan Muslim]

No comments:

Post a Comment